Petugas Masih Cari 6 Orang Tertimbun Longsor di Nias Selatan | BABEGUS.COM

Petugas Masih Cari 6 Orang Tertimbun Longsor di Nias Selatan

Petugas Masih Cari 6 Orang Tertimbun Longsor di Nias Selatan

 

Nias, babegus.com – Memasuki hari ketiga, pencarian terhadap enam dari tujuh orang warga yang tertimbun longsor dengan kedalaman 15 – 20 meter di Desa Suka Maju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), belum juga membuahkan hasil. Proses pencarian oleh petugas gabungan yang meliputi TNI, Polri, Badan Sar Nasional (Basarnas) dan dibantu masyarakat, kembali dilanjutkan, Selasa (13/11) pagi.

“Enam orang lagi yang diduga masih tertimbun longsor belum ditemukan. Petugas gabungan sedang berusaha semaksimal mungkin melakukan pencarian. Bahkan, alat berat diturunkan untuk mempercepat pencarian korban hilang. Proses pencarian terkendala medan terjal yang curam. Material longsor yang menimbun para korban mencapai belasan meter,” ujar seorang petugas Sar Nias Selatan, Nirwan Ndraha.

Nirwan mengatakan, pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang tersebut, tidak dapat dilakukan petugas gabungan pada malam hari, karena terkendala tidak adanya penerangan. Petugas juga harus ekstrahati-hati dalam mencari korban yang dinyatakan hilang guna mengantisipasi longsor susulan. Ada puluhan petugas yang turun ke lokasi mencari enam korban yang hilang tersebut.

Ribuan Marketer sudah memakai tool ini untuk

Mengelola semua akun media sosial Facebook & Instagram

Nikmati kemudahan, posting terjadwal, dan upload langsung dari komputer.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu mengatakan, ada tujuh orang warga di sana yang tertimbun tanah longsor. Seorang di antaranya sudah dievakuasi oleh petugas dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban yang ditemukan sudah meninggal dunia itu adalah Khristofen Hulu (4). Sementara itu, korban yang hilang yakni, Aristina Laia ina Elsa (33), Dalman Hulu (7), Setiamas Hulu Ina Putri (30), Rei Jaya Hulu (3), Putri Hulu (5), dan Noverman Hulu (2).

“Alat berat sudah digunakan untuk mencari enam orang warga yang diduga tertimbun tanah longsor itu. Kita berharap, korban yang dinyatakan hilang dapat ditemukan. Proses pencarian ini tetap dilanjutkan. Masyarakat juga turut membantu tim gabungan untuk mencari korban yang dinyatakan hilang. Material longsor yang menimbun rumah warga memang sangat dalam. Namun, pencarian harus terus dilakukan,” katanya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan kembali mengunjungi lokasi bencana si Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Nias. Hal itu diutarakan gubernur yang juga ketua umum PSSI itu setelah selesai mengikuti rapat dengan DPRD Provinsi Sumut. Kunjungan gubernur untuk melihat langsung dampak dari musibah banjir dan tanah longsor di Kabupaten Madina. Setelah Madina, Gubernur Sumut akan bertolak lagi ke Nias.

“Sesuai dengan laporan yang saya terima, ada dua jembatan di Kabupaten Madina yang terputus akibat banjir dan longsor. Kita akan segera tindaklanjuti laporan itu dan memperbaikinya. Selain itu, kita akan mencari tau penyebab dari bencana tersebut. Apakah karena ulah manusia atau memang faktor alamnya. Kalau akibat ulah manusia maka ini harus dibenerin lagi orangnya. Jika karena alam maka perlu dievaluasi untuk tempat tinggal masyarakat,” jelasnya.

Gubernur menegaskan, pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam dalam membantu masyarakat korban bencana tersebut. Bantuan akan diberikan kepada keluarga dari korban meninggal dunia maupun yang masih berada di pengungsian. Pemerintah juga akan memulihkan keadaan masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana longsor itu. Sehingga, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasanya, termasuk bertani maupun kerjaan lainnya.

“Kita minta masyarakat juga mewaspadai bencana susulan. Bencana ini masih berpotensi karena intensitas curah hujan masih sangat tinggi di daerah tersebut. Pengendara pengguna jalan juga harus ekstra hati-hati saat melintas. Lebih baik menghentikan sementara laju kendaraan jika hujan turun deras. Setidaknya, keselamatan itu yang terlebih dulu harus diutamakan,” sebutnya.

Sementara itu, sebuah truk tronton yang mengakut puluhan ton pupuk, terperosok ke dalam sungai di Batang Natal, Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Madina. Truk sepuluh roda dengan Nomor Polisi BK 9037 XZ itu dikemudikan oleh Choir (42) warga Tebing Tinggi, datang dari Penyabungan menuju Desa Baru PTP IV Sumbar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Peristiwa truk yang terjun ke sungai ini menghebohkan masyarakat. Truk ini masuk ke sungai karena sopir tetap memaksakan diri membawa truk meski saat kejadian hujan turun sangat deras. Truk yang dikendarai akhirnya tidak bisa dikendalikan saat berada di tikungan jalan. Beruntung, sopir pembawa truk tidak mengalami luka akibat kejadian tersebut.

 

 

Sumber: Suara Pembaruan

Pasang Iklan Banner Gratis Selamanya

Pasang Iklan Banner Gratis Selamanya

JASA PEMBUATAN WEBSITE MURAH & PROFESIONAL

Website: www.amubaweb.com

Melayani Pembuatan Website: Berita, Profile Caleg, Profile Perusahaan, Organisasi atau Sekolah, Toko Online, dan lain-lain.Domain Gratis, Hosting Unlimited, Tampilan sesuai Permintaan, Aman dari Hacker. Hubungi: Telp./WA: +6281294635834

Subscribe

Mari bergabung dengan 3.889 pelanggan Babegus.com dengan memasukkan E-mail aktif Anda di bawah ini. E-mail Anda dirahasiakan. Terima kasih.