Berikut Tanggapan Presiden Tentang Puisi Sri Mulyani | BABEGUS.COM

Berikut Tanggapan Presiden Tentang Puisi Sri Mulyani

Berikut Tanggapan Presiden Tentang Puisi Sri Mulyani

This picture taken on October 9, 2018 shows Indonesian Finance Minister Mulyani Indrawati speaks during a forum "Empowering Women in the Workplace", prior to the start of the IMF/WB Annual meetings in Nusa Dua, on Indonesia's resort island of Bali on October 12, 2018. - Who runs the world? In top economic institutions, it might soon be women, with a crop of female economists joining IMF Chief Christine Lagarde in top positions at major financial bodies. (Photo by Goh Chai Hin / AFP)


Semarang, BABEGUS Saat berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2), Presiden Joko Widodo mendapat pertanyaan jurnalis tentang puisi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang diunggah di laman Facebook dua hari sebelumnya.

Sri Mulyani membuat puisi tersebut setelah dia disebut sebagai “menteri pencetak utang” oleh calon presiden Prabowo Subianto.

Menurut Presiden Jokowi, Sri Mulyani adalah menteri yang pantas mendapat penghargaan karena kerja kerasnya, bukan malah dicerca. Faktanya memang anak buahnya itu terlah mendapat banyak penghargaan dari dunia internasional.

“Dunia juga tahu, Menteri Keuangan kita, Ibu Sri Mulyani itu adalah kebanggaan kita karena masuk sebagai menteri terbaik Asia Pasifik, masuk sebagai menteri terbaik dunia, banyak penghargaan dari internasional,” kata Presiden di GOR Jatidiri, Kota Semarang.

Ribuan Marketer sudah memakai tool ini untuk

Mengelola semua akun media sosial Facebook & Instagram

Nikmati kemudahan, posting terjadwal, dan upload langsung dari komputer.

Lebih lanjut, seperti dikutip oleh Biro Pers Istana, Presiden juga menyatakan bahwa banyak yang menghargai dan menghormati kinerja Sri Mulyani.

“Kalau ada yang menyampaikan seperti itu (menteri pencetak utang), ya mungkin belum mengerti masalah ekonomi makro,” kata Kepala Negara.

“Kalau ada yang menyampaikan seperti itu, ya mungkin belum mengerti masalah ekonomi makro.”

Berikut puisi Sri Mulyani yang diunggah di akun Facebook miliknya:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan
Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah,
untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik
untuk rakyat
untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup
10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan
15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin
untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan,
agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti,
agar 472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar
di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga
peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan.
8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana
membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

Aku perempuan yang memenuhi panggilan ibu pertiwi
Aku perempuan, Aku tidak surut demi kecintaanku kepada negeri,
Untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia

Aku dan tujuh puluh enam ribu jajaran Kemenkeu, adalah KAMI.

KAMI TIDAK PERNAH LELAH MENCINTAI DAN MEMBANGUN INDONESIA.

Bagaimana engkau?

Sumber: Beritasatu

Pasang Iklan Banner Gratis Selamanya

Pasang Iklan Banner Gratis Selamanya

JASA PEMBUATAN WEBSITE MURAH & PROFESIONAL

Website: www.amubaweb.com

Melayani Pembuatan Website: Berita, Profile Caleg, Profile Perusahaan, Organisasi atau Sekolah, Toko Online, dan lain-lain.Domain Gratis, Hosting Unlimited, Tampilan sesuai Permintaan, Aman dari Hacker. Hubungi: Telp./WA: +6281294635834

Subscribe

Mari bergabung dengan 3.889 pelanggan Babegus.com dengan memasukkan E-mail aktif Anda di bawah ini. E-mail Anda dirahasiakan. Terima kasih.